Senin, 27 Februari 2017

Datang dan Pergi

Kamu datang dan pergi.

Hari ini datang. Besok pergi. Besoknya datang lagi. Besoknya lagi pergi lagi.

Apa sebenarnya maumu? Kenapa kamu selalu kembali di saat aku mau melepasmu? Konsisten sedikit dong. Kalau mau kembali, ya kembali. Kalau mau pergi, ya udah pergi sana. Jangan datang dan pergi. Itu semakin menggoreskan luka di hati.

Jangan bolak-balik bolak-balik. Mundar-mandir mundar-mandir. Bikin orang pusing tau gak? Udah kayak gosokan aja. Gosokan masih lebih bagus kali. Gosokan masih merapikan baju. Nah kamu merapikan apa? Malah semakin memporak-porandakan hatiku. 

Tolonglah ...

Kalau mau pergi, pergilah. Jangan goyah dengan keputusanmu sendiri. Jangan pedulikan aku. Luka ini dapat kutanggung sendiri. Jadi kamu tidak perlu kembali. 

Sabtu, 25 Februari 2017

Capek?

Aku capek. 

Aku capek memikirkan ini semua. Memikirkan perubahan sikapmu. Memikirkan ketakutanku yang mungkin saja segera terjadi, perpisahan.

Aku capek membuang air mataku yang berharga untuk orang yang bahkan tak pantas mendapatkannya.

Aku capek mempertahankanmu, yang bahkan ingin berlalu. Aku lelah berlari mengejarmu yang semakin lama berlari semakin kencang, membuatku tertinggal jauh di belakang.

Aku capek dengan semuanya.

Bahkan karena itu semua, keceriaanku sampai tersedot entah ke mana. Seperti ada yang memaksa menariknya keluar.

Aku ingin berhenti. Aku ingin baik-baik saja, bukan berpura-pura baik-baik saja untuk menutupi kesedihanku. Aku ingin tersenyum dengan tulus, bukan senyum terpaksa. Aku ingin mataku menyorotkan kebahagiaan, bukan kepedihan. Intinya, aku ingin bahagia.

Dan untuk meraih kebahagiaan itu, artinya aku harus melepas apa yang membuatku bersedih. Salah satunya adalah kamu. Aku harus melepasmu. Aku rela. Aku rela melepasmu jika dengan begitu aku akan bahagia. Bahagia yang sesungguhnya, bukan topeng dan kepura-puraan.

Aku sudah memantapkan hati untuk melepasmu. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk merelakanmu dan menjemput kebahagiaan yang menungguku. Tapi ...

Mengapa kau kembali? Kamu mau melihat kehancuranku yang lebih daripada ini, begitu? Tak cukup dengan kehancuranku yang sekarang? Bahkan aku belum sempat membangun benteng pertahanan dan kau sudah kembali? Aku baru saja menyiapkan apa yang kuperlukan untuk membangunnya dan kau kembali, memberantaki semuanya. Apa sebenarnya maumu? Mau membuat hatiku yang sudah hancur menjadi kepingan-kepingan tambah hancur menjadi serpihan-serpihan? Begitu? Serpihan yang mungkin tertiup angin saja hilang? Dan membuatku menjadi seorang philophobia, seorang yang takut untuk jatuh cinta?

Tolong ... jangan kembali jika hanya ingin menyakiti lagi. 

Rabu, 22 Februari 2017

Surat Untukmu

Teruntuk kamu,


Kamu pasti udah capek ya, sama aku? Kamu udah males kan, sama aku? Makanya kamu pergi. Gak pa-pa. Aku udah terbiasa. Pada akhirnya semua orang akan ninggalin aku.

Kamu pernah cerita kalo kamu dilema mana yang akan kamu pilih dari tiga. Kamu juga bilang satu hati udah kamu patahin. Sudah jelas bukan itu artinya hati yang selanjutnya patah adalah milikku.

Berhari-hari kamu mengabaikan pesanku, berhari-hari juga aku menangis. Mungkin di luar, aku selalu tertawa dan ceria, tapi sebenarnya aku rapuh. Jujur sebelumnya aku belum pernah menangisi makhluk bernama cowok sampai berhari-hari. Dan kamu ... berhasil bikin aku menangisi cowok hingga berhari-hari. Kamu bangga? Selamat ya.

Aku belum siap. Aku belum siap kehilangan kamu. Gak bisa ya kamu perginya besok-besok aja? Jangan sekarang ... Aku gak siap.

Aku cuma minta satu hari lagi aja. Satu hari aja kamu bersikap kayak dulu. Boleh gak satu kali lagi aja kita menghabiskan malam dengan telepon hingga subuh datang? Seperti yang dulu sering kita lakukan? Sekali aja kok. Setelah itu, aku janji aku akan mundur. Aku akan ngelepas kamu. Aku akan relain kamu. Aku janji aku gak akan pernah lagi ganggu kamu.

Dengan begitu, kamu bisa dengan bebas mengejar orang yang udah sepantasnya kamu kejar. Kamu bisa berbagi kebahagiaan dengannya. Dan aku, akan bahagia juga, melihat senyum menghiasi wajahmu.

Just because I'm giving you up, doesn't mean I stop loving you. I'm just protecting my heart.



22 Februari 2017, 
Aku.