Sabtu, 25 Februari 2017

Capek?

Aku capek. 

Aku capek memikirkan ini semua. Memikirkan perubahan sikapmu. Memikirkan ketakutanku yang mungkin saja segera terjadi, perpisahan.

Aku capek membuang air mataku yang berharga untuk orang yang bahkan tak pantas mendapatkannya.

Aku capek mempertahankanmu, yang bahkan ingin berlalu. Aku lelah berlari mengejarmu yang semakin lama berlari semakin kencang, membuatku tertinggal jauh di belakang.

Aku capek dengan semuanya.

Bahkan karena itu semua, keceriaanku sampai tersedot entah ke mana. Seperti ada yang memaksa menariknya keluar.

Aku ingin berhenti. Aku ingin baik-baik saja, bukan berpura-pura baik-baik saja untuk menutupi kesedihanku. Aku ingin tersenyum dengan tulus, bukan senyum terpaksa. Aku ingin mataku menyorotkan kebahagiaan, bukan kepedihan. Intinya, aku ingin bahagia.

Dan untuk meraih kebahagiaan itu, artinya aku harus melepas apa yang membuatku bersedih. Salah satunya adalah kamu. Aku harus melepasmu. Aku rela. Aku rela melepasmu jika dengan begitu aku akan bahagia. Bahagia yang sesungguhnya, bukan topeng dan kepura-puraan.

Aku sudah memantapkan hati untuk melepasmu. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk merelakanmu dan menjemput kebahagiaan yang menungguku. Tapi ...

Mengapa kau kembali? Kamu mau melihat kehancuranku yang lebih daripada ini, begitu? Tak cukup dengan kehancuranku yang sekarang? Bahkan aku belum sempat membangun benteng pertahanan dan kau sudah kembali? Aku baru saja menyiapkan apa yang kuperlukan untuk membangunnya dan kau kembali, memberantaki semuanya. Apa sebenarnya maumu? Mau membuat hatiku yang sudah hancur menjadi kepingan-kepingan tambah hancur menjadi serpihan-serpihan? Begitu? Serpihan yang mungkin tertiup angin saja hilang? Dan membuatku menjadi seorang philophobia, seorang yang takut untuk jatuh cinta?

Tolong ... jangan kembali jika hanya ingin menyakiti lagi. 

0 komentar:

Posting Komentar