Rabu, 22 Februari 2017

Surat Untukmu

Teruntuk kamu,


Kamu pasti udah capek ya, sama aku? Kamu udah males kan, sama aku? Makanya kamu pergi. Gak pa-pa. Aku udah terbiasa. Pada akhirnya semua orang akan ninggalin aku.

Kamu pernah cerita kalo kamu dilema mana yang akan kamu pilih dari tiga. Kamu juga bilang satu hati udah kamu patahin. Sudah jelas bukan itu artinya hati yang selanjutnya patah adalah milikku.

Berhari-hari kamu mengabaikan pesanku, berhari-hari juga aku menangis. Mungkin di luar, aku selalu tertawa dan ceria, tapi sebenarnya aku rapuh. Jujur sebelumnya aku belum pernah menangisi makhluk bernama cowok sampai berhari-hari. Dan kamu ... berhasil bikin aku menangisi cowok hingga berhari-hari. Kamu bangga? Selamat ya.

Aku belum siap. Aku belum siap kehilangan kamu. Gak bisa ya kamu perginya besok-besok aja? Jangan sekarang ... Aku gak siap.

Aku cuma minta satu hari lagi aja. Satu hari aja kamu bersikap kayak dulu. Boleh gak satu kali lagi aja kita menghabiskan malam dengan telepon hingga subuh datang? Seperti yang dulu sering kita lakukan? Sekali aja kok. Setelah itu, aku janji aku akan mundur. Aku akan ngelepas kamu. Aku akan relain kamu. Aku janji aku gak akan pernah lagi ganggu kamu.

Dengan begitu, kamu bisa dengan bebas mengejar orang yang udah sepantasnya kamu kejar. Kamu bisa berbagi kebahagiaan dengannya. Dan aku, akan bahagia juga, melihat senyum menghiasi wajahmu.

Just because I'm giving you up, doesn't mean I stop loving you. I'm just protecting my heart.



22 Februari 2017, 
Aku.

0 komentar:

Posting Komentar